April 23, 2010

Bank Syariah Mandiri Perluas Layanan


Bank Syariah Mandiri (BSM) pada tahun ini akan memperluas layanan dengan membuka dua kantor cabang pembantu di Labuan, Kabupaten Pandeglang dan di Cikande, Kabupaten Serang.Kemudian KCP Serang ditingkatkan statusnya menjadi kantor cabang.

Dengan demikian BSM akan semakin mudah diakses masyarakat yang membutuhkan produk perbankan syariah. “KCP Serang sudah layak ditingkatkan statusnya menjadi kantor cabang yang berdiri sendiri,” jelas Kepala BSM Cabang Cilegon Muhammad Sulhan Fauzi di sela-sela community gathering dan penyerahan hadiah program “BSM Gelegar Hadiah” di Kota Cilegon.

Kata Fauzi, KCP Serang layak jadi kantor cabang karena pertumbuhannya sangat bagus, seperti dari jumlah rekening dan dana pihak ketiga. Untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan masyarakat pada umumnya, kantor cabang Serang akan dipindah supaya lebih representatif. Lokasinya tidak jauh dari alamat sekarang di Jalan A Yani (samping Jamsostek Serang).

Sementara membuka KCP di Labuan dan Cikande, lanjut Fauzi, untuk melayani masyarakat di sekitar dua daerah itu. “Secara umum, BSM Cilegon yang dibuka pada 2001 lalu termasuk kantor cabang yang punya kontribusi besar terhadap BSM. Atau istilah di BSM termasuk kantor cabang kategori warna hijau atau yang pertumbuhannya cukup baik,” ungkap Fauzi.

Mengenai BSM Gelegar Hadiah, kata Fauzi, hadiah yang dibagikan kali ini adalah program periode pertama yang berlangsung sejak November 2009 hingga Februari 2010 dan pengundiannya pada Maret 2010. Hadiahnya ada mobil, sepeda motor, paket umrah, televisi, dan tabungan mabrur Rp 1 juta.

“BSM Gelegar Hadiah memang program baru. Program ini mendapat respons positif dan punya kontribusi besar dalam meningkatkan dana pihak ketiga,” ungkapnya.

Sementara pemenang program BSM Gelegar Hadiah periode pertama, ada 17 nasabah di wilayah BSM Cilegon yang mendapatkan hadiah. Untuk hadiah sepeda motor Honda Vario yaitu Hamdani dan Mini Nana Atmanagara, hadiah paket umrah Karim dan Fauzana, tiga nasabah dapat TV LCD 32 inci, dan 10 nasabah dapat paket tabungan mabrur. (BE_DEN)

Read More.. Read more...

Belasan Perusahaan Langgar Perwal Outsourcing

Sejumlah perusahaan di Kota Cilegon ditengarai melanggar Perwal Cilegon No: 40/2009 tentang Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Dari Perusahaan Pemberi Kerja Kepada Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon mendata ada 15 perusahaan yang melanggar ketentuan tersebut.

Kepala Disnaker Cilegon Taufiqurrohman mengatakan, hal ini diketahuinya dari laporan Tim Pengawas Ketenagakerjaan Disnaker Cilegon yang melakukan pemantauan ke sejumlah perusahaan. “Ini baru informasi sementara, tapi untuk nama-nama perusahaannya tidak bisa saya sebutkan dulu,” kata Taufiqurrohman.

Umumnya, perusahaan-perusahaan tersebut mengaku belum mengetahui adanya ketentuan ini. “Banyak yang mengaku tidak tahu adanya perwal tersebut, tapi itu bukan alasan. Kami akan tetap akan menindak mereka jika surat peringatan kita tidak digubris,” tegasnya.

Dijelaskannya, perwal ini dibuat semata-mata untuk melindungi buruh. “Jangan sampai buruh dirugikan karena mereka tidak bekerja sesuai dengan jabatannya. Dengan adanya perwal ini, kepentingan buruh kita lindungi, karena ini juga sesuai perundang-undangan,” ungkap Taufiqurrohman.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan kembali melayangkan surat peringatan ketiga untuk PT KS. Ini karena, perusahaan baja milik pemerintah tersebut termasuk satu dari 15 perusahaan di Cilegon yang melanggar ketentuan perwal tersebut. “Surat peringatan ketiga kita kirim, karena manajemen PT KS belum juga mengindahkan berita acara yang telah kita buat,” tegasnya.

Ditambahkan Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnaker Cilegon Maksum, pihaknya akan memberi catatan khusus bagi setiap perusahaan yang melakukan pelanggaran ketenagakerjaan.

“Mereka termasuk perusahaan-perusahaan yang harus dibina. Kita berharap mereka dapat melakukan pembenahan,” jelasnya, (BE_Den)

Read More.. Read more...

Pikada Cilegon Masuki Tahapan Kampanye


Tahapan Pilkada Kota Cilegon memasuki masa kampanye. Kampanye hari pertama di Kota Cilegon kemarin diisi dengan pemaparan visi dan misi pasangan calon walikota/wakil walikota di DPRD Kota Cilegon.

Penyampaian visi dan misi dihadiri Walikota Cilegon Tb Aat Syafa’at, Ketua DPRD Cilegon Arif Riva’i Madawi, wakil dan anggota DPRD serta unsur muspida.

Ratusan massa pendukung pasangan calon dan tim kampanye juga hadir untuk mendengarkan visi dan misi pasangan yang mereka dukung. Suasana ramai terlihat sejak memasuki Gedung DPRD Cilegon. Sejumlah kelompok massa berkumpul mulai dari halaman parkir gedung hingga dalam gedung.

Di dalam gedung dewan, massa pendukung ditempatkan di jajaran kursi belakang. Sementara lima pasangan calon duduk berjajar di bagian kanan ruang paripurna.

Penyampaian visi dan misi berjalan kondusif. Layaknya sebuah ajang tebar janji, tiap pasangan calon saling adu program perubahan. Tiap pasangan calon diberi waktu 15 menit untuk penyampaian visi dan misi.

Pasangan pertama yang menyampaikan visi dan misi adalah pasangan Calon Walikota/Wakil Walikota Humaidi-Faridatul Fauziah.

Kata Humaidi, ada empat misi yang akan dikedepankan untuk membangun Cilegon ke arah lebih baik. “Yakni pembangunan ketahanan sosial budaya, mempercepat pertumbuhan ekonomi, memenuhi infrastruktur perkotaan, serta meningkatkan kualitas sumberdaya aparatur pemerintahan daerah dalam rangka pembenahan pelayanan,” ujarnya.

Pasangan nomor urut satu ini mendapat respons hangat dari para pendukungnya.

Setelah Humaidi, giliran pasangan Tb Iman Ariadi-Edi Ariyadi yang menyampaikan visi dan misi. Pasangan nomor urut dua ini juga mendapat sambutan gegap gempita dari pendukung. Terutama saat berjanji akan membangun Cilegon dengan konsep internasional. “Mewujudkan pelabuhan terpadu berskala internasional beserta penunjangnya, serta memperluas cakupan pendidikan dan kesehatan gratis,” katanya.

Sementara pasangan Ali Mujahidin-Syihabudin Syibli menyampaikan visi dan misi secara santai namun tetap mendapat sambutan hangat para pendukung. “Visi dan misi saya lebih mengarah pengentasan kemiskinan tidak dengan pemberian bantuan melalui bantuan sosial,” ujarnya.

Berikutnya, pasangan Helldy Agustian-Djuher Arif. Pasangan ini berjanji akan memberikan seluruh gaji untuk yatim piatu. “Saya Helldy Agustian, demi Allah saya bersumpah apabila Allah meridhoi saya terpilih sebagai Walikota Cilegon maka gaji pokok saya selama lima tahun akan saya berikan kepada yatim piatu di Cilegon,” ujarnya.

Pasangan terakhir yang menyampaikan visi dan misi adalah pasangan nomor urut lima, pasangan Achyadi Yusuf-Irvin Andalusianto. Achyadi mengaku akan menjadikan Cilegon yang maju, makmur, dan mandiri. “Cilegon maju artinya akan berfungsi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Banten,” ujarnya, seraya menyatakan bahwa kampanye damai akan digelar Jumat (23/4).(BE_DEN)

Read More.. Read more...

17 Ribu Lowongan Kerja di Job Fair Banten 2010


Tidak kurang dari 17 ribu lowongan kerja tersedia di Job Fair Banten 2010, yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten. Penyelenggaraan kegiatan tersebut direncanakan berlangsung hingga tanggal 25 April 2010, dan dibuka langsung oleh Gubernur Banten Atut Chosiyah.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, Hasbi Insya, didampingi Dedeh Siti Eka, Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja saat di temui di lokasi yang akan di gunakan untuk Job Fair 2010 mengatakan, sudah ada 51 perusahaan di Banten yang mendaftar sebagai peserta pada Job Fair tersebut dengan jumlah lowongan pekerjaan sekitar 17 ribu dengan jumlah stand sekitar 51 sesuai dengan banyaknya jumlah perusahaan yang ikut serta.

Hasbi mengatakan, melalui Job Fair Banten 2010, Pemerintah Propinsi Banten hanya memfasilitasi antara pihak perusahaan dengan para pencari kerja.

“Job Fair Banten 2010 ini tidak di pungut biaya alias gratis, selagi ada kesempatan, pencari kerja untuk datang langsung ke alun-alun barat Kota Serang dengan membawa beberapa persyaratan yang umumnya digunakan untuk melamar kerja” jelas Hasbi. Bursa tenaga kerja, lanjut Hasbi, yang akan diselenggarakan dari 23 hingga 25 April 2010 tersebut dipastikan mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja dan sedikit mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Banten.

“Sebanyak 51 perusahaan yang mendaftar pada Job Fair Banten 2010 kali ini menyiapkan sebanyak 17 ribu lowongan dengan berbagai posisi, secara tidak langsung, mampu mengurangi angka pengangguran di Banten” katanya.

Ia menambahkan, Job Fair Banten 2010 ini akan dilaksanakan sebanyak dua kali yang digelar di bulan April dan bulan Oktober. “Untuk tahun ini kami akan menyelenggarakan bursa tenaga kerja sebanyak dua kali, dan di harapkan bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala” tegasnya.

Beberapa perusahaan ternama di Banten yang turut serta dalam ajang bursa tenaga kerja atau Job Fair Banten 2010 di antaranya, PT.vIndah Kiat, PT. Nikomas, PT. Garuda Indonesia dan beberapa perusahaan yang beroperasi di wilayah Propinsi Banten. Perlu di ketahui, pada 2009 lalu, bursa tanaga kerja yang diadakan Dinas Tenaga Kerja Propinsi Banten maupun IPK (Informasi Pasar Kerja) mampu menyerap sedikitnya 40.968 tenaga kerja.(BE_YAN)

Read More.. Read more...

April 20, 2010

Industri Belum Lirik Lulusan PKBM

Kepala Bidang Pendidikan Non Formal In Formal (PNFI) Kota Tangerang Selatan Didi Sutisna menyayangkan sikap perusahaan dan industri yang belum melirik dan masih memandang sebelah mata lulusan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Banyak industri yang belum dan memandang sebelah mata pada masyrakat yang lulusannya bukan dari pendidikan formal, "katanya.


Padahal lanjut Didi tidak ada jaminan jika mereka yang lulusan formal bakal lebih baik dari mereka yang mengikuti pendidikan non-formal. Stigma yang terbangun dalam masyarakat, pendidikan di PKBM asal-asalan, karena kebanyakan siswanya berasal dari kelas pekerja.


Sejauh ini di Kota Tangerang Selatan, jumlah PKBM yang sudah terdata ada 11. Semuanya dikelola oleh pihak swasta dan diawasi oleh Dinas Pendidikan. Untuk tahun 2010, total siswa putus sekolah yang melanjutkan pendidikan kejar paket A, B dan C di PKBM ada 800 siswa. Rata-rata, mereka mengikuti kejar paket B dan C.


Sedangkan, mereka yang mengikuti sekolah rumah atau homeschooling dan akan mengikuti ujian kesetaraan kejar paket A, B dan C berjumlah 300 orang. Adapun total siswa terlantar di Kota Tangsel masih belum bisa diketahui, karena masih harus menunggu program sensus Badan Pusat Statistik (BPS), pada Mei yang akan datang (BE_YAT)

Read More.. Read more...

Ratusan Anak di Tangsel Putus Sekolah

Ditengah gemerlapnya pembangunan Kota Tangerang Selatan, ternyata menyisakan masalah ratusan anak putus sekolah. Mereka umumnya, akibat persoalan broken home dan masalah lilitan ekonomi keluarga yang kurang beruntung.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Non Formal In Formal (PNFI) Dinas Pendidikan Kota Tangsel Didi Sutisna mencatat sekitar 300 anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami putus sekolah ditingkat SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA.

"Mereka ini adalah anak-anak punk yang biasa nongkrong di depan Universitas Terbuka (UT), Pondok Cabe, Pamulang, Ciputat, Pondok Aren, dan Bintaro,” ujarnya.

Namun demikian, dari 300 anak yang putus sekolah ini tercatat 24 anak ikut kejar paket B dan C. Dan mereka ini merupakan anak binaan Yayasan Menara Sejahtera. Mengenai biaya administrasi mereka di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) yang menjadi penyelenggara ujian kesetaraan, dilakukan melalui jalan musyawarah antara pihak yayasan dengan PKBM dan PNFI.

Mereka yang mengalami putus sekolah ini rata-rata karena ekonomi yang lemah serta adanya permasalahan dalam keluarganya atau broken home. Dan untuk mengatasi hal itu, Didi mengaku perlu kerja keras untuk memberikan pengertian kepada mereka bahwa pendidikan merupakan hal penting. (BE_yat)

Read More.. Read more...

Salah Satu Korban Warga Serang, Pesawat Latih Hantam Motor

Pesawat latih jenis Tobago (TB) 10 menghantam sepeda motor di landasan pacu (runway) Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Kab. Tangerang, Senin (19/4) sekitar pukul 10.00 WIB. Akibatnya, dua pengendara sepeda motor tewas di tempat kejadian.

Kedua korban tewas tersebut adalah Yopi Hermawan (17), warga Kemuning RT 04/RW 01 Curug, dan Hajumar (28), warga Kp. Rau Timur, Kec. Cimuncang, Serang.

Korban Yopi merupakan pelajar kelas 1 SMK Bhakti Anindya Kota Tangerang. Sedangkan korban Hajumar adalah karyawan Alfamart Legok 2. Saat kejadian, sepeda motor yang dikendarai korban nyelonong melintasi landasan pacu.

Sementara dua kru pesawat latih milik STPI Curug masih dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Siloam, Karawaci. Mereka adalah Teja Ariputra (23), instruktur penerbang, dan Sephazka Abdillah (19), taruna terbang.

Wakil Direktur Medik RS Siloam, dr. Mangantar Marpaung mengatakan, kondisi kedua kru pesawat masih kritis dan tidak sadarkan diri. "Korban satunya mengalami luka serius di bagian kepala, dan satunya lagi di bagian kaki," katanya sambil menambahkan, kedua kru pesawat sudah dioperasi dan kini menjalani perawatan intensif.

Menurut anggota Tim Investigator Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Kementerian Perhubungan, Sulaiman Dayan Lasmana di RS Siloam Karawaci, pesawat latih jenis TB 10 ini merupakan keluaran 2003. Pada insiden tersebut, pesawat latih yang mereka tumpangi terbang di sekitar STPI dengan ketinggian 1.500-3.000 kaki.

"Saat pesawat di ketinggian 300 kaki, sepeda motor yang dikendarai Yopi dan Hajumar melintas. Pesawat kemudian menabrak motor dan keduanya terjatuh," ujar Sulaiman.

Berlatih

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tangerang, Kompol Arif Setiawan menjelaskan, kecelakaan itu terjadi saat siswa penerbangan STPI Curug sedang berlatih terbang.

Ia mengatakan, dua korban yang tewas, yaitu Yopi dan Hajumar langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Tangerang untuk diautopsi. Yopi yang merupakan siswa SMK Bhakti Anindya Kampus Lepisi di Jln. Merdeka Kota Tangerang, saat kejadian mengendarai sepeda motor Honda Vario B 3924-NDQ milik kakaknya, Puji Lestari. "Dia membonceng Hajumar dan melintas di runway selatan Bandara Budiarto, STP Curug," katanya.

Kurang perhatian

Sementara itu, suasana duka tampak di RSUD Tangerang. Isak tangis keluarga dan kawan Yopi tidak tertahankan di kamar jenazah rumah sakit tersebut.

Kakak ipar Yopi Hermawan, Udin Samsudin (42) mengatakan, keluarga kaget karena malamnya Yopi menginap di rumahnya di Jalan Raya PLP Curug, Kp. Candu, Desa Serdang Wetan, Curug.

Samsudin mengaku, pihak keluarga menyesalkan pihak sekolah penerbangan yang kurang bertanggung jawab, sehingga menyebabkan pelajar kelas I SMK Bhakti Anindya Kota Tangerang itu tewas ditabrak pesawat latih STPI Curug. (BE_YAT)

Read More.. Read more...

Puluhan Lahan Kantor Desa Banyak Yang Bodong

Sebanyak 40 kantor desa yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang, status lahannya diduga tidak memiliki dokumen kepemilikan tanah alias bodong. Temuan itu terungkap saat dilakukan verifikasi aset desa oleh Bagian Bina Kekayaan Desa, Sekretariat Ddaerah (Setda) Kabupaten Tangerang.

Kasubag Bina Kekayaan Desa Setda Kabupaten Tangerang, Dadang mengungkapkan pihaknya menemukan sejumlah masalah yang janggal terkait berkas dokumen kepemilikan tanah ketika memverifikasi aset milik 246 Desa yang tersebar di 29 Kecamatan, 40 desa yang lahannya diduga bodong itu tersebar d Gunung Kaler, Kresek, Cisoka, Mauk dan sejumlah kecamatan lainnya.

Staf desa atau kelurahan sendiri tidak bisa menunjukkan berkasnya seperti sertifikat, girik, akte jual beli, surat keterangan hibah atau lainnya. Mereka hanya memberikan keterangan lisan saja, kata Dadang, kamis kemarin.

Sementara, Kabag Pemdes, Uyung Mulyardi mengungkapkan, pihaknya akan terus memberikan pembinaan kepada para kepala desa (Kades) guna menyelesaikan persoalan tersebut. Sejumlah alternatif pun sudah dipersiapkannya. Setelah pendataan selesai kami akan memberikan pembinaan bagi kade-kades tersebut," katanya. (BE_YAT)

Read More.. Read more...

April 19, 2010

Saeful Bahri: Perhitungan Suara di PPK & PPS Harus Diawasi

Rekapitulasi penghitungan surat suara merupakan tahapan yang rentan terjadi kecurangan selama proses pelaksanaan pilkada. Terutama saat perhitungan di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Demikian disampaikan Ketua KPU Cilegon Syaeful Bahri saat rapat kerja (Raker) Panwas Cilegon dengan Panita Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL) se-Kota Cilegon di Hotel Mangkuputra, beberapa waktu lalu. “Yang harus diawasi jangan sampai ada petugas PPK dan PPS justru mengubah hasil rekapitulasi,” tegasnya.

Untuk mengantisipasinya, pihaknya meminta Panwascam dan PPL memperketat pengawasan mereka. “Termasuk saksi harus diawasi. Berbicara manipulasi suara, dimungkinkan terjadi di tingkat bawah. Ini karena di KPU sangat tidak mungkin dilakukan, kita hanya menerima hasil rekapitulasi dari PPK dan PPS,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syaeful juga menyosialisasikan tata cara pencoblosan yang benar kepada anggota panwascam dan PPL.

Ketua Panwas Cilegon Bahrul El-Anshor mengaku siap memberikan pembekalan pengawasan kepada para Panwascam dan PPL. “Pengawasan akan kita lakukan mulai dari pengawasan saat kampanye hingga pencoblosan. Kita juga akan menggolongkan mana yang masuk pelanggaran administrasi dan mana yang termasuk pelanggaran pidana,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini, pihaknya juga membekali para Panwascam dan PPL dengan materi penyusunan pelaporan. “Dengan raker ini, kita ingin menggerakkan para anggota Panwascam dan PPL agar tidak diam terutama saat kampanye berlangsung mulai 22 April,” jelasnya. (BE_DEN)

Read More.. Read more...

Usulan Hak Angket Kesehatan Bunyamin Dituding Inkonstitusional

Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli (AMP) Kota Serang, (Rabu (14/4) pukul 10.25 wib mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang. Mereka datang untuk melakukan audensi dengan pimpinan dan anggota DPRD Kota Serang khususnya para pencetus dan pengusul hak angket kesehatan Walikota Serang, Bunyamin.


“Kami ingin bertemu dengan Pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Serang khususnya para pencetus dan pengusung hak angket. Karena berdasarkan kajian yang kami lakukan ternyata usul hak angket yang digulirkan oleh sejumlah anggota DPRD Kota Serang tidak memiliki dasar hukum yang jelas alias inkonstitusional,” ujar juru bicara AMP Kota Serang, Yasser Arafat.

Saat memasuki halaman DPRD Kota Serang, massa disambut oleh puluhan aparat kepolisian dari Polres Serang yang mengamankan audiensi. Setelah melalui negosiasi antara perwakilan AMP Kota Serang, petugas kepolisian dan pihak Humas dan Protokoler Setwan Kota Serang, akhirnya perwakilan masing-masing elemen yang tergabung di AMP Kota Serang diminta untuk memasuki ruang rapat Paripurna DPRD Kota Serang.

Mereka diterima oleh lima orang perwakilan DPRD Kota Serang, masing-masing Namin, dari Fraksi Golkar, Inu Aminudin Partai Hanura, Sukarta dan Lukman dari Fraksi Maslahat serta Rohani dari Partai PNI Marhaen.

“Bagi kami, membatalkan usul hak angket tentang kesehatan Walikota Serang adalah harga mati. Selain itu kami menuntut para pencetus dan pengusung hak angket untuk membuat klarifikasi tertulis tentang pembatalan hak angket melalui media massa,” ujar Yasser.

Dikatakan Yasser, jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi dalam waktu 3 x 24 jam maka AMP Kota Serang akan melakukan aksi yang jumlahnya tidak akan terbayangkan oleh para pencetus maupun pengusung hak angket.

Sementara Andri, salah seorang perwakilan AMP Kota Serang dari Kosorsium Masyarakat Banten (KMB) menyayangkan saat pertemuan tersebut tidak ada satu pun pencetus maupun pengusung hak angket yang menghadiri pertemuan tersebut.

“Bagaimana mau berdiskusi dan mempertanyakan alasan usulan hak angket jika anggota dewan terhormat yang masuk dalam daftar pencetus dan pengusung hak angket tidak berada disini,” ujar Andri.

Dalam kesempatan itu, Namin dari Fraksi Golkar mengatakan bahwa tidak hadirnya anggota dewan yang lain karena sedang ada kegiatan lain di luar daerah. Namun demikian, aspirasi dari AMP Kota Serang itu akan disampaikan baik kepada pimpinan dewan maupun kepada para pencetus dan pengusung hak angket.

Namin juga berjanji akan membantu memenuhi harapan pihak AMP Kota Serang yang ingin bertemu dengan para pencetus dan pengusung hak angket.

Read More.. Read more...

Gapoktan Sauyunan Raih Untung 12 Juta

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sauyunan di Desa Mekarjaya Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak mendapat keuntungan sebesar Rp. 12.612.220. Keuntungan sebesar itu berasal dari pengelolan dana yang di kucurkan Kementrian Pertanian melalui program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) sebesar Rp. 100 juta pada tahun 2008.


“Kegiatan yang di laksanakan Gapoktan sauyunan, untuk kegiatan on farm di pergunakan untuk pengadaan sarana produksi pertanian diantaranya pengadaan pupuk dari berbagai jenis sementara untuk kegiatan of farm dipergunakan untuk usaha simpan pinjam anggota Gapoktan,” ujarnya.

“Tentunya keberhasilan Gapoktan sauyunan dalam mengelola PUAP ini tidak terlepas dari kerja keras anggota kelompok tani dan berkat bimbingan dan binaan dinas pertanian kabupaten lebak hususnya UPTD pertanian di wilayah,” tukasnya. (BE_Yudha)

Read More.. Read more...

Kehadiran Minimarket, Pedagang Kecil Baksel Kembali Resah

Kehadiran Mini Market (Alfmart, Indomaret, Red) boleh jadi dianggap sebagai lambang kemajuan sebuah daerah. Akan tetapi bagi kelompok yang bergelut dalam sektor usaha kecil atau para pedagang kecil, kehadiran mini market merupakan ‘kiamat kecil’.

Ironisnya, pemerintah tekesan ‘tutup mata’ meski saat ini sudah banyak para pedagang kecil sudah mulai ‘gulung tikar’ karena kalah bersaing dengan mini market. Lantas dimana keberpihakan pemerintah terhadap para pelaku ekonomi kecil yang katanya ekonomi pro rakyat?

Catatan Banten Ekspose, sedikitnya sudah ada 10 unit ritel (Indomaret,Alfamart) yang berdiri di Lebak selatan. Di Kecamatan Cijaku 1 Unit, Malingping 3 unit, Wanasalam 1 unit, Bayah 2 unit, Cibeber 2 unit dan Cilograng 1 unit.

Arif (45), pedagang sembako di Pasar Cikotok Kecamatan Cibeber, kini terpaksa harus beralih profesi menjadi gurandil (penambang liar, Red). Sebelumnya kios sembako milik Arif selalu ramai dikunjungi pembeli. Namun sejak berdirinya mini market (Indomaret, Red) yang berdiri tak jauh dari kiosnya, para pembeli mulai pindah kelain hati alias berbelanja ke indomaret. Sehingga lambat laun warung Arif pun mengalami kebangkrutan karena ditinggalkan konsumen.

“Sejak berdirinya Indomaret, kios sembako saya sepi pembeli karena para pembeli kesedot sama Indomaret,” kata Arif sambil memandangi kios miliknya yang sudah tak beroperasi.
Menurut Arif, ‘larinya’ konsumen disebabkan harga dagangan yang dijajakan di minimarket jauh lebih murah ketimbang harga di kiosnya. Selain itu, para pembeli juga terkesan merasa nyaman jika berbelanja di mini market.

Masih kata Arif, wajar saja jika barang dagangan yang dijajakan biasanya lebih murah ketimbang diwarung kecil sebab, barang dagangan mereka (mini market, Red) di drop langsung dari gudang sehingga harga beli lebih murah. Ditambah permodalan mereka lebih kuat dibanding warungan kecil yang hanya modal ‘senin-kemis’.

“Selain kalah harga, kami juga kalah modal. Pokoknya kalah dalam segala-galanya deh,” tandasnya.

Arif merupakan salah satu dari sekian banyak pedagang kecil dipasar Lebak selatan yang kini mulai ‘mati suri’. Ironisnya, meski para pelaku ekonomil kecil ini sudah tak berdaya menghadapi cengkraman ‘gurita’ ritel, namun, pemerintah seperti terkesan tutup mata dengan kondisi ini. pasalnya, hingga saat ini belum ada tindakan kongkrit baik dari pemerintah maupun stake holder terkait.

Justru yang terjadi sebaliknya, Pemerintah seperti membiarkan pertumbuhan ritel - mini market merangsek hingga ke perdesaan. Parahnya lagi, berdirinya sejumlah mini market di Baksel diduga tanpa mengindahkan kondisi lingkungan alias mengabaikan dampak lingkungan.

Salah satu contoh yakni Indomaret di Cikotok – Cibeber, maski para pedagang – warungan kecil menolak keberadaan ritel tersebut namun tetap saja mendapatkan ijin beroperasi dari pemerintah melalui stake holder terkait. Padahal warga pasar sendiri merasa tak pernah menandatangani ijin lingkungan.

“Dari awal rencana pendirian ritel, kami para pedagang dan warungan kecil di pasar Cikotok tidak pernah menyetujui apalagi menandatangani ijin lingkungan pembangunan Indomaret. Tetapi toh, meski kami menolak Indomret tersebut tetap saja berdiri,” urai Ny. Sondang pedagang pasar Cikotok.

Padahal lanjut Sondang, dirinya bersama rekan seprofesinya jauh-jauh hari sudah melayangkan surat penolakan kepada pemerintah dan DPRD Lebak, namun, hingga saat ini tak ada tindak lanjut dari aspirasi tersebut. Buktinya ritel tersebut tetap saja berdiri kokoh.

“Sepertinya pemerintah lebih senang pedagang kecil yang mati daripada harus ‘mengusir’ ritel tersebut,” ketus Sondang.

Menanggapi hal ini, LSM Forpek Wilayah Selatan Epi Yudhistira meminta kepada Pemkab Lebak untuk meninjau ulang perijinan ritel tersebut. Bila perlu lanjutnya, ijin operasinya dibekukan, karena menurut Epi, dalam proses perijinan pihak ritel tidak menyertakan amdal setempat. Terlebih, para pedagang tak pernah menandatangani ijin lingkungan.

“Pemerintah harus meninjau ulang kembali perijinan ritel tersebut dan jika perlu ijinnya dibekukan. Karena selain menyalahi aturan keberadaan ritel tersebut sangat merugikan para pedagang kecil,” kata Epi.

Merangseknya ritel moderen hingga ke wilayah perdesaan, mengundang tanya sejumlah aktifis. Suryanto dari LSM Assalam menyatakan kekecewaan terhadap kinerja Pemkab Lebak dan Pemprov Banten, yang tak mampu melindungi nasib pedagang bermodal kecil. Menurutnya, pemerintah tidak boleh berdalih dengan kemajuan daerah, lantas kemudian mengorbankan nasib ekonomi kerakyatan.

"Saya kecewa dengan kinerja Pemprov Banten dan Pemkab Lebak, berkait dengan pertumbuhan Indomaret dan alfamaret di wilayah Lebak Selatan," ujar Suryanto saat dihubungi Banten Ekspose di sekretariatnya kawasan Sempu Serang.

Yang menjadi pertanyaan bagi Suryanto, tak lain soal keberpihakan Pemkab Lebak yang terlalu mudah mengeluarkan perizinan. baginya ini sebuah preseden buruk dalam upaya pemberdayaan masyarakat yang bermodalkan pas-pasan.

Belum Berijin
Sementara itu, sebuah bangunan hampir selesai, berlokasi di Desa Warunggunung Kecamatan Warungunung Kabupaten Lebak yang diduga milik Alfamart ternyata dalam prosesnya belum mengantongi ijin, baik dari pihak Kecamatan maupun dari pihak Pemerintah Kabupaten Lebak.
Kasubag TU Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Lebak, Hj. Hamamah saat dikonfirmasi Banten Ekspose diruang kerjanya (4/11) membenarkan, bahwa bangunan yang persis berada disamping Polsek Warunggunung tersebut hingga saat ini pihak yang bersangkutan belum mengajukan proses perijinan.

Dalam hal ini, lanjutnya, pihak yang bersangkutan harus mengajukan berkas permohonan yang diantaranya Izin Mendirikan Bangunan (IMB), SITU, SIUPP dan TDP.

“Hingga saat ini, kami belum menerima permohonan perijinan baik IMB, SITU, SIUPP dan TDP untuk Alfamart di Desa Warunggunung tersebut,” kata Hj. Hamamah.

Untuk itu, lanjutnya lagi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kepala Satpol PP Kabupaten Lebak untuk meninjau lokasi bangunan tersebut.

Sementara itu, Camat Warunggunung, Ngajiyo saat ditemui Banten Ekspose dirumah dinasnya (4/11) mengatakan, hingga saat ini pihakya belum pernah memberikan surat rekomendasi untuk perijinan keberadaan bangunan tersebut. (BE_Yudha, Sudrajat)
.

Read More.. Read more...

suara anda:

ShoutMix chat widget

Pengunjung Ke:

Pengikut

Lorem Ipsum


  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP