Agustus 26, 2010

Primkopti Kota Tangerang, Sempat Jatuh Kini Hadir Lagi

MENJAMIN ketersediaan kacang kedelai sebagai bahan baku utama produksi tempe bagi 554 anggotanya, Primer Koperasi Pengusaha Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) Kota Tangerang setiap bulannya menyetok banyak kacang kedelai di gudangnya.

A Mustofa, Bendahara Primkopti Kota Tangerang, mengutarakan stok tersebut dilakukan karena setiap harinya masing-masing anggota biasa membeli sekitar 20 Kg-200 Kg kacang kedelai dari koperasi ini dengan harga sama dengan harga pasar. “Untungnya lagi anggota bisa mendapatkan kacang kedelai dengan dikirim langsung koperasi ke tempat usaha mereka.”

Mustofa, Bendaha PrimKopti Kota Tangerang
Walaupun pengiriman kacang kedelai ini hanya sampai pada koordinator-koordinator Primkopti di 13 kecamatan, di mana senlajutnya para anggota langsung membayar pengiriman tersebut setiap harinya kepada koordinator.

Mustofa menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan anggotanya di setiap harinya itu, Primkopti memasok sekitar 15 ton kacang kedelai, yang setiap kilogramnya dihargai Rp 6.200. Dari penjualan tersebut setiap harinya Primkopti memperoleh untung sebesar Rp 2.400.000, sebab dari setiap kuintal penjualan kacang kedelai koperasi ini memperoleh untung sebesar Rp 16 ribu.

“Keuntungan diatas masih bersifat kotor belum dikurangi biaya transportasi pengiriman kacang kedelai,” jelasnya.

Bagikan SHU

Dari pengembangan usaha tersebut, Primkopti yang baru beroperasi kembali sejak 18 Pebruari 2008, kini telah memiliki aset harta sekitar Rp 500 juta.

Mustofa pun menginformasikan kelebihan anggota membeli kacang kedelai di koperasi karena nantinya keuntungan yang didapat dikembalikan lagi kepada anggota dalam bentuk pembagian sisa hasil usaha (SHU) Primkopti Kota Tangerang di setiap akhir tahun.

“Sebab koperasi dibentuk kan bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” katanya. Misalnya besaran pembagian SHU pertama di akhir 2009, Primkopti mampu mengeluarkan SHU sebesar Rp 74 juta yang dibagikan kepada 554 anggotanya.

Pembinaan Bulanan

Sebagai salah satu koperasi binaan Diperindagkop Kota Tangerang, Primkopti pun selalu aktif memberi pembinaan kepada seluruh anggotanya melalui koordinator di masing-masing kecamatan. Pembinaan dari pengurus Primkopti sendiri digelar secara terjadwal setiap bulannya.

Terkait kemajuan usahanya, Primkopti yang mewakili seluruh anggotanya berharap harga kedelai bisa kembali stabil. “Kalau perlu pemerintah memberi subsidi kembali sehingga harga kedelai bisa kembali stabil seperti dulu,” kata Mustofa.

Sisi untung keberadaan Primkopti sendiri, diakui Mustofa, kini pedagang kacang kedelai di pasar tidak bisa semena-mena mempermainkan harga. ***

Read More.. Read more...

Pasar Kuliner Ramadhan 1431 H

Selama bulan Ramadhan 1431 H/2010, ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) akan menggelar pasar kuliner Ramadhan Cisadane 2010, 11 Agustus hingga 5 September 2010 di sepanjang Jalan Benteng Jaya (belakang mall Robinson) Kota Tangerang.

Kegiatan ini sebagai upaya Pemkot Tangerang menyediakan tempat bagi para pedagang yang menjual hidangan berbuka puasa. Menjadikan kawasan sungai Cisadane sebagai tempat ngabuburit (menanti waktu sore hari untuk berbuka puasa) yang menyediakan jajanan makanan untuk berbuka puasa. Memfasilitasi dan mendorong perkembangan usaha kecil menengah (UKM) yang ada di Kota Tangerang. mempromosikan sekaligus memenuhi kebutuhan produk-produk yang dihasilkan oleh koperasi, UKM serta binaan Badan dan Dinas.

“Selain itu juga untuk meningkatkan kecintaan masyarakat pada produksi dalam negeri sekaligus daya saing di pasar global,” kata Kepala Disporbudpar Kota Tangerang, Tabrani.

Pedagang yang bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan ini, sambung Tabrani, adalah UKM, mitra binaan Dinas/Badan Pemkot Tangerang koperasi, masyarakat umum dan perusahaan jasa boga. Dalam helatan ini, para pedagang bisa mempromosikan secara efektif dan efisien pada waktu, tempat dan sasaran yang tepat, meningkatkan citra dan produk bagi UKM, serta menunjukkan eksistensi dan kemampuan UKM menghadapi persaingan global.

“Meski baru pertama kali dilaksanakan, saya berharap kegiatan ini sukses, masyarakat Kota Tangerang mudah-mudahan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut,” harap Tabrani.

Ratih (19), Rt 02/03 Kelurahan Kenangan Kecamatan Cipondoh, yang diminta pendapatnya seputar rencana pengadaan pasar kuliner Ramadhan Cisadane 2010, menyambut baik. Mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Tangerang ini, menilai rencana tersebut sebagai ide kreatif dalam menyediakan menu makanan berbuka puasa.

“Bagus, bakalan ramai, karena kalau bulan puasa pada cari jajanan untuk buka puasa, jadi nggak perlu bikin jajanan sendiri. Apalagi kalau kita datang sama keluarga atau temen, bisa sambil santai, karena sepanjang sungai Cisadane sekarang udah bagus dan asri,” ucap Ratih.

Read More.. Read more...

Warga Kunciran Jaya Ciptakan Usaha Kerajinan Eceng Gondok

Setelah mendapat pembinaan dari Dinas Perindagkop Kota Tangerang dan diikut sertakan dalam pelatihan kerajinan anyaman di Yogyakarta selama sepekan pada tahun 2007 lalu, akhirnya warga Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, mampu membuat beragam jenis kerajinan dari batang-batang kering eceng gondok yang dikumpulkannya.

Awalnya warga hanya sebagai pengumpul dan menjual batang kering eceng gondok kepada pembeli yang datang ke wilayahnya. Batang kering eceng tersebut dihargai Rp 2.500/kg. Kemudian setelah terkumpul banyak lalu dibawa ke daerah Cirebon dengan diangkut truk.

Salah satu warga itu yakni Ny. Muhibah yang tinggal di Jl. HM.Jali Gang M.Umar RT 03/03, Kunciran Jaya. Kini setiap saat dia bisa membuat berbagai barang kerajinan yang terbuat dari bahan eceng gondok. Misalnya tas, tempat tisu, tempat HP, bahkan seperangkat kursi. Barang kerajinannya pun sering ditampilkan dalam kegiatan pameran yang digelar Pemkot Tangerang dan pameran lainnya. Adapun harganya dijual mulai harga Rp 50.000 hingga Rp 100.000.

“Pameran saya yang terbaru saat Festival Cisadane,” kata Muhibah. Diakuinya usahanya juga dibantu sang suami,Tamrin dan ketiga anaknya. Mereka membantu dari memotong batang eceng gondok, menjemur, menggiling batang-batangnya hingga menganyamnya. Bila tidak ada pameran maka barang kerajinan ada saja yang membeli langsung ke rumahnya.

Sementara diutarakan Tamrin, sebenarnya permintaan barang banyak namun belum bisa memproduksi karena masih kekurangan modal awal. “Saya mengharapkan bisa ada donatur bagi usaha ini,” katanya.

Sedangkan Herman, Sekel Kunciran Jaya, saat mengontrol kegiatan pembuatan tas tersebut mengungkapkan, warga Kunciran Jaya yang ikut pelatihan menganyam dari bahan eceng gondok dan daun pandan sebanyak 20 orang. Mereka sudah dapat merasakan manfaatnya saat ini. “Namun untuk pengembangan usaha yang lebih baik mereka sangat membutuhkan bantuan modal,” katanya yang ikut mendampingi warganya ke Yogyakarta.

Read More.. Read more...

Dodol Ny. Fang Diproduksi Sejak 50 Tahun Lalu

Usaha kecil menengah produksi dodol yang dikelola keluarga Fang di lingkungan RT 03/02 Karang Sari, Kecamatan Neglasari, ternyata telah dilakukan sejak tahun 1960-an. “Ini usaha ibu saya sejak saya masih kecil dulu,” kata Kwee Buk Sui, anak Ny. Fang yang masih meneruskan usaha dodol merek Ny. Fang

Dikisahkannya sekitar tahun 1955 dia dan keluarganya pindah dari Rangkasbitung ke tempatnya sekarang. Beberapa tahun kemudian memulai usaha dodol tersebut. Kini kakek yang telah memiliki banyak cucu tersebut masih tetap memproduksi usaha rumahan warisan keluarganya itu. “Selama masih ada yang pesan, ya tetap dibuatkan…”

Sekarang dia memproduksi dodol bermerek Ny. Fang tidak sebanyak dahulu, saat orang tuanya masih hidup. Kini diproduksi rata-rata per bulan 34 kuali atau setara 120 kg. “Produksinya sesuai pesanan, paling tinggi pas menyambut hari raya, produksi saya sampai 6 kuali bulan itu."

Tetangga dan warga sekitar adalah pelanggan utama dodol buatannya tersebut, mereka mengakui keunggulan dodol Ny. Fang dibandingkan dodol lainnya, adalah tidak lengket ketika diiris atau dipotong. “Jadi dikunyahnya juga enak,” kata salah seorang pelanggannya.

Read More.. Read more...

APE Larangan Indah Tembus Pasar Jakarta

ALAT Permainan Edukatif (APE) yang terbuat dari bahan kayu yang diproduksi para remaja di Kelurahan Larangan Indah, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, ternyata banyak diminati sejumlah toko mainan anak dan para pengelola sekolah dini seperti BKB, PAUD dan TK di DKI Jakarta. Hingga kini mereka menjadi pelanggan tetap.

Thamrin, Manajer Markering APE dengan merek Atham Toys, mengatakan pasaran APE di Jakarta permintaannya tinggi. Hal itu karena saat ini tengah berkembang lembaga sekolah anak usia dini. Jadi disamping para pemilik toko mainan anak-anak, para pengelola sekolah tersebut pun langsung memesan.

”Memilih mainan kayu ini memang keuntungannya banyak yakni akan membantu interaksi anak dan orangtua, merangsang imajinasi, perkembangan otak melalui motorik kasar, motorik halus dan juga kemampuan kognitifnya,” beber pria yang sebelumnya bekerja sebagai marketing di salah satu perusahan elektronik terkemuka.

Thamrin menyatakan akan mengusahakan pasaran APE buatannya bisa menembus Kota Tangerang. Apalagi kegiatan produksinya berada di Larangan Indah yakni di Jl.Buntu RT 06/09 No. 60. Disamping itu keberadaan BKB dan PAUD pun kini tengah berkembang.

Sementara Buchori Muslim, Kepala Produksi APE Atham Toys, mengungkapkan kegiatan pembuatan APE sudah berjalan dua tahunan. Remaja yang aktif memproduksi APE adalah dibawah binaan Karang Taruna Kelurahan Larangan Indah. Dalam sehari mereka yang terdiri dari 5 orang itu bisa menghasilkan 40 piecs APE atau 1000 piecs dalam sebulan.

Jenis mainan yang dibuat antaralain APE advance alphabet terdiri dari; hijaiyah diri, belajar baca, balok iqro, dan alphabet diri. Kemudian reguler alphabet yang terdiri dari; puzzle alphabet angka dan puzzle angka. Bahan untuk membuat APE adalah dari limbah kayu. Sementara alat pendukungnya yakni cat, amplas, lem, kompresor dan mesin pemotong.

Adi Kurniadi, Ketua Karang Taruna Kelurahan Larangan Indah, mengharapkan agar Pemerintah Kota Tangerang khususnya dinas terkait mendukung modal dan pemasarannya. ”Karena bila didukung akan banyak remaja di sini yang bergabung memproduksi APE,” katanya. (***)

Read More.. Read more...

suara anda:

ShoutMix chat widget

Pengunjung Ke:

Pengikut

Lorem Ipsum


  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP