Tampilkan postingan dengan label Pandeglang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pandeglang. Tampilkan semua postingan

Desember 16, 2010

Guru MDA Pandeglang Tuntut Kesejahteraan

Ratusan guru Madrasah Diniyah Awaliha (MDA) se-Kabupaten Pandeglang menggelar aksi unjukrasa di depan gedung DPRD dan Pendopo Pemkab Pandeglang. Dalam aksinya, mereka meminta agar kesejahteraan mereka ditingkatkan. Selain itu, pengunjukrasa juga meminta agar alokasi anggaran MDA tidak dikurangi.


Pantauan FBn, massa pengunjukrasa berjalan mulai dari alun-alun menuju kantor bupati,kemudian bergerak ke kantor DPRD Pandeglang. Di gedung dewan, massa berorasi dan meminta agar alokasi anggaran untuk MDA tidak di kurangi.

“Kami mendapat informasi bila pada tahun 2011 nanti anggaran untuk MDA akan di kurangi. Sedangkan anggaran untuk semester ini saja belum diturunkan,”ungkap salah seorang pengunjukrasa.

Mereka juga menuntut agar pemerintah daerah memperhatikan para guru MDA. Gaji guru MDA yang diterima sebesar Rp50/bulan, dinilai kurang manusiawi. Sedangkan anggaran yang diterima oleh anggota dewan dan pegawai sangat besar.

“Kami ini merupakan benteng bagi moral generasi muda di Pandeglang. Katanya Pandeglang ini kota santri, tapi tidak memberikan perhatian kepada para guru MDA,” katanya.


Saat berunjukrasa di gedung DPRD Pandeglang, tidak ada satu anggota dewan yang menerima. Sebab, para anggota dewan sedang melakukan pembahasan anggaran dan pansus di dua hotel di Jakarta.
Usai
bernjukrasa di gedung dewan, para pengunjukrasa bergerak ke Pendopo Pemkab Pandeglang. Setelah berorasi, beberapa perwakilan warga diterima oleh Penjabat Bupati Pandeglang, Asmudji.

Aminuddin salah seorang pengurus FKMD mengatakan, para guru MDA ini menuntut agar alokasi MDA tidak dikurangi. Apalagi saat ini beredar isu bila anggaran MDA dikurangi disaat jumlah MDA di Pandeglang kini bertambah.

“Jumlah MDA di Pandeglang mencapai 862 sekolah. Ini bertambah dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” katanya.


Sementara itu, usai berdialog dengan penjabat bupati Pandeglang, Kepala DPKA Pandeglang, Parjiyo Sukarto mengatakan, alokasi anggaran MDA masih sebesar Rp5 miliar. Bertambah atau berkurangnya anggaran ini tergantung dari pembahasan dengan pihak legislatif.

Adapun untuk verifikasi MDA, dilakukan oleh Kemenag. Sedangkan pemerintah daerah, hanya menyalurkna uang tersebut langsung ke rekening MDA.

Read More.. Read more...

November 02, 2010

CSR PT CSD Diserahkan ke Pemkab Pandeglang

PT Cibaliung Sumber Daya (CSD) yang mengelola hasil tambang di Kecamatan Cibaling, Kabupaten Pandeglang mengaku mengalokasi Rp 3 miliar sebagai dana corporate social responsibility (CSR). Dana itu diserahkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang yang digunakan untuk berbagai kegiatan dan pembangunan masyarakat.


Eko, Direktur Umum dan Direktur Kekayaan dan CSR, Deny Maulesa, PT CSD mengatakan, alokasi dana CSR itu sudah dilakukan sejak tahun 2009. "Tahun itu dianggarkan Rp 3 miliar. Tahun 2010, diharapkan alokasi CSR semakin besar, tergantung keuntungan perusahaan," kata Eko.

Selain mengalokasian khusus, PT CSD juga mengaku mengeluarkan dana untuk pembangunan jalan sejarak 18 Km. "Kami juga membantu kebutuhan masyarakat yang diajukan melalui propsal," ujarnya

Dia membenarkan, PT CSD memproduksi emas atau perak sekitar 2 ton per tahun. Perusahaan ini juga tengah menjajaki kandungan emas di lahan yang sudah dikuasai perusahaan ini, selain lahan yang sekarang menjadi sumber emas dan perak yang tengah digarap. (Sofyan)

Read More.. Read more...

Agustus 05, 2010

Pandeglang Terbuka Buat Investor

Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi menjelaskan Kabupaten Pandeglang terbuka bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di daerah itu.


“Hingga saat ini masih banyak potensi alam yang belum tergarap, jadi kami sangat terbuka pada investor yang berminat berinvestasi di Pandeglang,” katanya di Pandeglang, Selasa.

Bahkan, kata dia, pemerintah Kabupaten Pandeglang siap membantu para investor dalam mengurus persyaratan yang dibutuhkan.

Menurut dia, sebanyak apapun sumber daya alam yang ada, namun jika belum dikelola maka tidak akan memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Pandeglang Djadja Suhardja menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 10 investor mengajukan izin investasi di daerah itu.

Menurut dia, kebijakan mempermudah perizinan yang diterapkan pemerintah Kabupaten Pandeglang bagi investor telah mendorong para pengusaha untuk berivestasi di daerah tersebut.

Pandeglang, kata dia, memiliki potensi yang sangat melimpah namun selama ini belum dikelola secara maskimal karena belum ada pengusaha yang berinvestasi.

Namun, kini potensi tersebut mulai dilirik oleh pengusaha sehingga diharapkan ke depan daerah itu bisa lebih berkembang setelah semua sumber daya alam yang ada bisa dikelola secara masksimal.

Mengenai potensi yang ada, menurut dia, di antaranya minyak bumi, gas, pasir besi, pariwisata, pertanian, perkebunan dan kehutanan.

Ia juga menjelaskan, kandungan pasir besi di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, diperkirakan terdapat pada wilayah seluas 170 haktare di wilayah Kecamatan Cikeusik.

Demikian juga dengan kandungan minyak bumi saat ini sedang dilakukan penelitian (eksplorasi) oleh investor asal Malaysia. (S.age)

Read More.. Read more...

Distanbun dan BPPT Pandeglang Dapat Rapor Merah

Panitia khusus (Pansus) DPRD Pandeglang, memberikan rapor merah kepada dua satuan kerja (satker) yakni badan Pelayanan Peizinan Terpadu (BPPT) dan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distambun) terkait pembahasan Laporan Kegiatan Pertanggungjawab (LKPj) Bupati Erwan Kurtubi. Pasalnya, selama kepimpinan Bupati Erwan kedua satker ini dinilai tidak berhasil dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

”Ya, berdasarkan hasil rumusan pansus kemarin di Banmus, kami telah memberikan raport merah kepada Distanbun dan BPPT. Karena berdasarkan hasil kajian dan evaluasi pansus di lapangan, kedua intansi itu dianggap tidak berhasil dalam melaksanakan tufoksinya,” kata salah seorang anggota Pansus DPRD Pandeglang, Rahmat Hidayat, kepada Wartawan.

Sementara Menurut Rahmat dari Fraksi Demokrat ini, DPRD Pandeglang juga tidak hanya memberikan raport merah saja, Dewan juga memberikan reward yang diberikan kepada dua satker yang dianggap berhasil menlaksanakan tufoksinya yakni Kantor Arsip, Perpustakaan Daerah dan Kecamatan Panimbang.

“Khusus untuk Camat Panimbang, dewan memberikan reward, karena telah dianggap berhasil dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif, khusus disaat terjadinya kebakaran pasar yang begitu besar saat ini di Pandeglang. Yang mana perekonomian tetap berjalan dengan baik, tidak menunggu program bantuan dari pemerintah untuk kembali memulihkan kondisi pasar itu. Jadi pembangunan sosbud dan ekonomi berjalan baik, samping pertama lunas PBB,” urainyanya.

Lanjutnya, penilaian baik dan buruk kepada eksekutif kiranya dijadikan koreksi untuk lebih baik lagi ke depan.

“Mungkin ke depan, bagi satker yang dianggap berhasil dan mampu meningkatkan PAD harus diberikan fasilitas pendukung untuk lebih giat lagi. Jika tidak mampu lebih baik mundur dari jabatannya, seperti dua satker yang dapat raport merah, kita minta Bupati menggantinya,” pungkasnya. (Ep. Yudha)

Read More.. Read more...

Juni 03, 2010

Dimyati Bebas, Demonstran dan Polisi Bentrok

Setelah Ketua Majelis Hakim, Sapri memvonis bebas mantan Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah dalam kasus korupsi di Pengadilan Negeri Pandeglang, Bentrokan antara pengunjuk rasa dengan pihak kepolisian tidak terhindari.

Para pengunjuk rasa yang menginginkan Dimyati dihukum melampiaskan emosinya dengan melempar berbagai benda keras ke arah petugas polisi yang menjaga lokasi persidangan.

Hingga kini, bentrokan masih berlangsung.

Polisi berusaha membubarkan para pengunjuk rasa dengan menyiramkan gas air mata ke arah para pengunjuk rasa.

Ketua Majelis Hakim Sapri menyatakan Dimyati yang kini menjadi anggota DPR itu tidak terbukti melakukan tindakan korupsi, sehingga harus dibebaskan dari segala tuntutan.

Pada sidang sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Dimyati hukuman selama dua tahun enam bulan penjara dan membayar denda Rp200 juta atau subsider tiga bulan kurungan. (Sofyan)

Read More.. Read more...

Mei 23, 2010

Erwan Lantik Pejabat Struktural

Bupati Pandeglang Drs. H. Erwan Kurtubi melantik pejabat struktural dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Kab. Pandeglang pada hari Jumat 21 Mei 2010. Hadir dalam kesempatan itu Pimpinan DPRD Kabupaten Pandeglang yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD, Unsur Muspida, Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pandeglang, serta pejabat Esselon II, III dan IV yang akan dilantik.

Erwan melantik sebanyak 9 orang untuk pejabat Esselon II, 35 orang pejabat Esselon III.a, 44 orang pejabat Esselon III.b, 171 orang pejabat Esselon IV.a, 69 orang pejabat Esselon IV.b. Selain itu juga bupati melantik direktur PDAM dalam rangka meningkatkan kinerja PDAM dalam pelayanan air minum.

Dalam sambutannya Erwan mengatakan bahwa jabatan adalah amanah dan kepercayaan, karena sebagai pegawai harus siap menerima amanah tersebut dan melaksanakannya dengan penuh pengabdian.

“Kinerja pemerintah sangatlah ditentukan oleh sumber daya aparatur, untuk itu aparatur pemerintah harus mampu mengembangkan berbagai indikator keberhasilan pemerintahan yang dikontribusi oleh keandalan dari sumber daya aparaturnya” tambahnya. (Sage, sumber: HUmas Kab Pdglang)

Read More.. Read more...

Mei 04, 2010

Erna Erwan Kurtubi Resmikan Sekolah Lapang Terpadu


Ketua TP-PKK Kabupaten Pandeglang H.Siti Erna Erwan Kurtubi, membuka kegiatan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) yang dilaksanakan di Desa Banjar Kecamatan Banjar pada hari Rabu (28/04). Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Cahyan Sopyadi, Camat Banjar Dadan Saladin, Tokoh masyarakat dan para alim ulama kecamatan Banjar, para Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan, para Kepala Desa se-Kecamatan Banjar dan anggota kelompok tani.

Dikatakan Erna, pelaksanaan Sekolah Lapangan Tanaman Terpadu di Kecamatan Banjar ini, dilaksanakan di 40 Kelompok Tani, yang tersebar di 11 Desa dengan luas areal 1000 hektar. Adapun dalam pelaksanaan SL-PTT ini, petani disamping mendapatkan bantuan benih juga dilaksanakan Peningkatan Wawasan Pengetahuan dan Keterampilan dalam Budidaya padi sawah dalam rangka peningkatan peroduktivitas padi sawah 5% pertahun.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Cahyan Sopyadi dalam sambutannya mengatakan, “Pada tahun 2010 direncanakan sasaran indikatif tanam untuk padi sawah dan ladang naik 1,89% dari sasaran tahun 2009.Namun dari informasi yang kami terima dari BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika) secara umum, bahwa pada musim tanam 2010, kita akan mengalami pergeseran musim hujan 1-2 Dasarian (Dampak EL-NINO) sehingga musim tanam pun akan bergeser, tetapi untuk wilayah Pandeglang dampaknya tidak akan signifikan, tetapi tetap para petugas pertanian dan petani harus mengantisipasi sehingga program peningkatan ketahanan pangan di Kabupaten Pandeglang dapat dipertahankan,” ujarnya.

Ketua TP-PKK Kabupaten Pandeglang H.Siti Erna Erwan Kurtubi menegaskan bahwa kehadiran Kelompok Tani atau Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) bagi petani sangat dirasakan perannya, karena dengan kehadiran kelompok-kelompok itu Petani akan dapat dan mampu meningkatkan produksi pertaniannya dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Pandeglang.

“Dengan peningkatan kemampuan petani dalam mengolah pertaniannya, diharapkan akan terwujud Desa Mandiri Pangan di Kabupaten Pandeglang. Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang saat ini sedang mengkaji dan menelaah keberadaan Badan Penyuluh Pertanian, sehingga para Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan dapat bekerja secara maksimal,” lanjut Erna

Diakhir acara Hj.Siti Erna Erwan Kurtubi menyerahkan bantuan benih Padi yang secera simbolis diserahkan kepada 5 orang Ketua Kelompok Tani, diantaranya : Samsudin Ketua Kelompok Tani Itikurih Desa Banjar, H. Basuni Ketua Kelompok Tani Simpati Desa Kadulimus, M.Isa Ketua Kelompok Tani Mekar Daya desa Pasirawi, Owan Ketua Kelompok Tani Subur Makmur Desa Kadubale dan Karna Ketua Kelompok Tani Ranca Piit Desa Kadumaneuh. Acara ini diakhiri dengan penampilan group kesenian Qasidah KWT. ELHAWA Desa Banjar. (***)

Read More.. Read more...

Mei 03, 2010

Pemkab Pandeglang Serahkan Bantuan Korban Keracunan di Labuan


Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Hj. Siti Erna Erwan Kurtubi menyerahkan bantuan berupa 1 ton 150 kg beras, 29 Dus Sarimi yang diserahkan secara simbolis kepada ibu Rasi, Ibu Sarni, Ibu Karimah dan Ustad Kunen warga kampung Susukan Desa Sukarame Kecamatan Caritan Kabupaten Pandeglang.

Bantuan yang diserahkan di Mesjid Jami At-Taqwa Kampung Susukan ini, dihadiri oleh ratusan warga Desa Sukarame. Staf Ahli yang didampingi oleh Camat Carita Dani Ramadani, Kepala Desa Sukarame Edi Supriyadi, Koramil Carita Surahman, Ibu Dharma Wanita dari Dinas Sosial ini, adalah sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Daerah terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah, demikian disampaikan Hj. Siti Erna Erwan disela-sela kegiatannya.

“Selain sebagai bentuk kepedulian kami selaku aparatur Pemerintah Daerah, saya juga berharap bantuan ini akan sedikit mengurangi beban yang sedang dirasakan oleh masyarakat. Dengan bantuan ini mudah-mudahan masyarakat akan segera terbebas dari kesulitan yang dialaminya, dan masyarakat juga dihimbau agar tetap tabah dan sabar,” ujarnya.

Salah seorang penerima bantuan Ibu Rasi dari kampung Susukan mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pihak Pemerintah Daerah yang telah peduli terhadap masyarakat kampung susukan, selain itu ia juga berharap agar Bupati yang sekarang sedang menjalankan tugasnya agar tetap diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menjalankan tugasnya sampai akhir masa jabatannya. ***

Read More.. Read more...

April 07, 2010

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kabupaten Pandeglang Dilantik


Sebanyak 175 orang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kabupaten Pandeglang telah dilantik di Pendopo Kabupaten Pandeglang (hari ini (06/04). Seperti pemberitaan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan DPRD Kabupaten Pandeglang telah menandatangani Nota Kesepahaman Bersama tentang Penyelenggaraan Pemilukada Kabupaten Pandeglang Tahun 2010. Dengan demikian, KPU Kabupaten Pandeglang dapat segera memulai tahapan Pemilukada.

Berdasarkan data yang diperoleh dari KPU Kabupaten Pandeglang, jumlah Pendaftar Calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan sebanyak 495 orang. Dan setelah dilakukan seleksi administratif dan test secara tertulis serta melewati fit and proper test, maka dihasilkan 175 orang calon anggota PPK yang hari ini dilantik.

Setelah dilantik anggota PPK ini akan segera menghadapi tugas berikutnya, mulai dari Pembentukan Panitia Pemungutan Suara, Pemutakhiran Data Pemilih, Verifikasi Dukungan Calon Perseorangan, Distribusi Logistik Pemilukada, Pemungutan dan Penghitungan Suara hingga pada Penetapan Hasil Penghitungan Suara, disamping secara simultan menyelenggarakan Sosialisasi kepada masyarakat.

Hadir pada acara pelantikan ini seluruh Jajaran MUSPIDA, Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Ketua KPU Provinsi Banten, Ketua dan Anggita KPU Kabupaten Pandeglang Budi Prakoso, Sekretaris KPU Pandeglang dan jajaran Sekretariat KPU.

Diawali dengan pengambilan sumpah yang dilaksanakan secara simbolis kepada Engkus Kusnadi dari PPK Patia dan Iceu Widya Anggraeni PPK Labuan, sedangkan yang menjadi saksi adalah Muslim Taufiq dan Ida Jahidatulfalah, acara dilanjutkan dengan Penandatanganan Berita Acara Naskah Sumpah.

Dalam sambutannya Bupati Pandeglang H.Erwan Kurtubi, mengatakan tahapan yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Pandeglang merupakan poin krusial yang akan menentukan suksesnya penyelenggaraan Pemilukada.

"Untuk itu, tidaklah berlebihan kiranya bila saya menyebut anggota Panitia Pemilihan Kecamatan, Panitia Pemungutan Suara dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara sebagai "Ujung Tombak Demokrasi" Kabupaten Pandeglang," ujarnya.

Satu hal yang menjadi catatan penting dan perhatian bagi kita, ungka Erwan, semua setelah PPS terbentuk, adalah tentang penyederhanaan dan perampingan TPS. Oleh karena itu saya berpesan agar perampingan TPS tidak menghapuskan prinsip aksesibilitas dan kemudahan pemilih dalam memberikan suaranya.

Dikatakan Erwan, bila dibandingkan dengan Pemilu Legislatif serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, karena cakupannya lokal, maka eskalasi politik Pemilukada menjadi lebih tinggi sehingga lebih rentan menimbulkan friksi antar kelompok masyarakat.

"Oleh karena itu, selaku penyelenggara pemilu ditingkat kecamatan, saya berpesan kepada anggota PPK agar diteruskan kepada jajaran PPS dan KPPS, untuk bersikap proporsional dan profesional. Dengan posisi tersebut, kita berharap dapat membantu terciptanya iklim kondusif bagi suksesnya Pemilukada," pungkas Erwan (***)

Read More.. Read more...

April 03, 2010

Petani Korban Banjir Dibantu Permodalan Pemerintah

Pemerintah menyediakan berbagai kredit modal usaha yang bisa diakses petani khususnya bagi mereka yang lahannya terkena bencana banjir.

Hal itu dinyatakan Menteri Pertanian Suswono ketika meninjau persawahan yang terkena bencana banjir di Kecamatan Teluk Jambe, Karawang Jawa Barat. "Kita sudah mempersiapkan skim kredit yang bisa dimanfaatkan petani untuk menekan kerugian akibat banjir ini," katanya.

Menurut dia, beberapa skim kredit tersebut yakni Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) yang mana pemerintah telah memberikan bantuan subsidi bunga sehingga nantinya petani hanya menanggung bunga pinjaman 6 persen.

Selain itu, lanjutnya, Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mana jika petani mengambil pinjaman sampai dengan Rp5 juta maka dikenakan agunan senilai 22 persen dari dana yang dipinjam.

Sedangkan jika nilai pinjaman di atas RP5 juta maka agunannya sebesar 30 persen dari dana pinjaman, lanjutnya, bunga kredit tersebut yakni senilai 14 persen.

Skim permodalan lainnya yang bisa dimanfaatkan petani, menurut Suswono yakni dana Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) yang mana pemerintah telah mengalokasikan anggaran senilai Rp100 juta per desa.

"Dana PAUP tersebut, bisa diakses kelompok tani ataupun gabungan kelompok tani (gapoktan)," katanya.

Pada kesempatan itu Suswono menyatakan, pihaknya telah bertemu dengan Dirut BRI dan mendapat jaminan bahwa bank tersebut siap membantu petani dalam mengakses permodalan usaha.

Sementera itu data Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian menyebutkan, hingga 26 Maret 2009 luas areal persawahan di Kabupaten Karawang yang terkena banjir akibat meluapnya Sungai Citarum pertengahan bulan lalu mencapai 961 hektar (ha).

Banjir menggenangi tujuh kecamatan yakni Kecamatan Pakisjaya seluas 342 ha, Batujaya 32 ha, Telukjambe 192 ha, Ciampel 121 ha, Klari 5 ha, Karawang Barat 9 ha dan Telukjambe Timur 260 ha.

Umur tanaman padi yang terkena banjir bervariasi antara 1-100 hari setelah tanam serta varietas umumnya Ciherang.

Pertanaman yang terkena banjir telah tergenang sejak 20 Maret 2010 dan hingga saat ini atau hari ke 11 air masih menggenani tanaman padi di kawasan tersebut.

Sudarno, salah seorang petani desa Sukarharja mengatakan, banjir kali akibat meluapnya sungai Citarum kali ini merupakan yang terbesar selama tiga tahun terakhir.

"Sejak 1970 belum pernah ada banjir namun sudah tiga tahun berturut-turut selalu terjadi banjir hingga menggenangi tanaman padi," katanya.

Read More.. Read more...

Bupati Erwan serahkan Penghargaan dan Bantuan Kios


Seusai Upacara Puncak Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke-136 yang dipusatkan di Alun-alun Pandeglang, Bupati Pandeglang H.Erwan Kurtubi menyerahkan berbagai penghargaan kepada pemenang berbagai lomba dilanjutkan dengan pemberian bantuan kios kepada para pedagang kecil dan bantuan bibit kepada para petani (Kamis, 01/04).

Diantara penghargaan yang diserahkan tersebut diantaranya diserahkan kepada Siswa berprestasi pemenang Lomba Story Telling Tingkat Kabupaten yang dilaksanakan oleh Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Pandeglang. Untuk tingkat SD penghargaan diberikan kepada Juara I yang diraih oleh Eha Julaeha dari SDN Ciputri Kaduhejo, Juara II Anggi Dwi Yanti dari SDN Pandeglang 4 dan Juara III Alisha dari SDN Pandeglang 3.

Sedangkan untuk tingkat SLTP, Juara I diraih oleh Femi dari SMPN 3 Pandeglang, Juara II Siti Sofiatul dari SMP Daar El-Falah dan Juara III Athaya Farras dari SMPN 1 Menes. Untuk tingkat SLTA Juara I diraih oleh Bela Afrian dan SMAN 6 Pandeglang, Juara II Siti Aaf Chafsah dari SMAN 2 Pandeglang dan Juara III Neng Imas dari SMAN 14 Pandeglang.

Diserahkan pula penghargaan pula untuk Pemenang Pertandingan Olah Raga yang digelar menjelang Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke-136, diantaranya untuk cabang Bulu Tangkis Juara I diraih oleh Dinas Pendidikan C, Juara II diraih oleh POLRES Pandeglang dan Juara III diraih oleh PU dan Satpol PP. Cabang Olah Raga Tenis Meja Putra Juara I diraih oleh dinas Pendidikan C, Juara II Kantor Departemen Agama, Juara III dari Dinas Pendidikan B. Sedangkan untuk juara Tenis Meja Putri Juara I diraih oleh Dinas Kelautan, Juara II dari DISPORA, Juara III dari Kantor Koperasi.

Untuk olah raga Catur, Juara I diraih oleh Yusuf Bahtiar dari Dinas Pendidikan C, Juara II Saeful dari Kodim 0601 Pandeglang dan Juara III diraih Iim Imansyah dari Dinas Pendidikan B. Juara Volley Ball putra, Juara I diraih oleh Yonif 320/BP, Juara II dari Polres Pandeglang dan Juara III dari Kodim 0601 Pandeglang, sedangkan Volley Ball Putrinya, Juara I dari Kodim 0601 Pandeglang, Juara II dari Sekretariat Daerah dan Juara III dari Yonif 320/Badak Putih.

Bupati juga menyerahkan bantuan kepada 40 Pedagang Kaki Lima dari Alfaria Trijaya Tbk berupa Kios Alfa dan hadiah barang dagangan senilai 2 juta rupiah yang diserahkan secara simbolis kepada Isa dan Dede.

Selain itu, pada kesempatan ini juga Bupati menyerahkan bantuan benih dan bibit dari Dinas Pertanian dan Perkebunan berupa bibit Tanaman Pangan dan Holtikultura, yang secara simbolis diserahkan kepada Kelompok Tani Bhakti Usaha dari Desa Cibingbin Kecamatan Cibaliung berupa bibit kedelai. Kelompok Tani Simkuring dari Desa/Kec Banjar dan Kelompok Tani Bantar Jaya dari Kelurahan Cigadung Kecamatan Karangtanjung berupa Benih Padi Non Hibrida. Kelompok Tani Lebak Gintung I dari Desa Campaka Kecamatan Kaduhejo berupa bibit jagung. Dan Kelompok Tani Sumber Rejeki dari desa Kaduengang Kecamatan Majasari berupa benih sayuran. (***)

Read More.. Read more...

Tuti Alawiyah Lantik Pengurus BKMT Kab. Pandeglang


Masih dalam rangkaian peringatan HUT Kabupaten Pandeglang yang ke-136 dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Pandeglang menggelar acara Tabligh Akbar di Pendopo Kabupaten Pandeglang hari Jum’at (02/04).


Kegiatan yang dihadiri oleh ribuan jemaah BKMT se-kabupaten Pandeglang ini, menghadirkan penceramah Tuty Alawiyah, mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan tahun 1998/1999 pada Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan.


Hadir pula pada acara tersebut Bupati Pandeglang H.Erwan Kurtubi selaku penasehat BKMT Kabupaten Pandeglang yang didampingi oleh Hj. Siti Erna Erwan Kurtubi selaku Ketua TP-PKK Kabupaten Pandeglang, para pengurus BKMT Kabupaten Pandeglang dan jajaran pejabat teras Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang.


Ketua BKMT Kabupaten Pandeglang Cicih Suwito dalam laporannya mengatakan bahwa digelarnya kegiatan ini,kekompakan dan silaturahmi seluruh anggota BKMT tetap terpelihara. "saya berharap agar seluruh anggota BKMT tetap memelihara semangat serta terus memahami fungsi BKMT agar Organisasi ini tetap eksis sebagai organisasi Majelis Ilmu,” ujarnya.

Sementara, Bupati Pandeglang H.Erwan Kurtubi dalam sambutannya berharap Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) menjadi wadah yang bermanfaat yang mampu membawa kedamaian bagi masyarakat Kabupaten Pandeglang.


"Dengan kegiatan ini pula saya berharap ada peningkatan dan perbaikan Aqidah, terutama dalam mengangkat Harkat dan Derajat kaum wanita serta mampu berperan terutama dalam pembentukan manusia yang berkualitas dan berakhlak mulia, sehingga menjadi manusia yang memiliki landasan keimanan yang kuat,” tuturnya.

Dalam ceramahnya Tuty Alawiyah memaparkan bahwa, Maulid Nabi Muhammad adalah hari yang sangat mulia bagi umat Islam. Bukan hanya mulia di sisi manusia, tapi juga mulia di sisi Allah. Allah memberikan kemuliaan kepada umat ini melalui Nabi Muhammad. Karena Allah mengutus Nabi Muhammad kepada umat ini, sehingga umat ini pun menjadi mulia ujarnya.

Dikatakan Tuty, setiap umat Islam yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka ia tak hanya mengingat Allah dan Rasul-Nya di hari maulid saja, kemudian setelah hari maulid dia lupa dengan Rasulullah. Seharusnya, Rasulullah ada di hati kita setiap waktu dan setiap saat. Kita selalu mengingat dan mengerjakan sunnah Nabi Muhammad, menjalankan ajaran Allah dan Rasul-Nya, serta menjaga perintah Allah dan Rasul-Nya. Nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir yang merupakan penutup para nabi dan rasul harus menjadi suri tauladan bagi kita semua, beliau memiliki ahkaq yang mulia, shiddiq (benar), amanah (tepat janji), tabligh (menyampaikan), fathonah (cerdas) dan ismah terpelihara dari kesalahan).


"Dengan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke-136 marilah kita jadikan kabupaten ini sebagai kabupaten yang bermartabat dan diberkahi oleh Allah SWT," ungkap Tuty Alawiyah yang lahir di Jakarta, 30 Maret 1942.


Diakhir acara, Tuty Alawiyah, yang tercatat lulusan dari IAIN Syarif Hidayatullah Ciputat Tangerang dan pernah menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Tahun 1992 s/d 2004 dari Utusan Golongan melantik pengurus BKMT Kabupaten Pandeglang yang terdiri dari Ketua Cicih Suwito, Wakil Ketua Ny. Siti Hindun, Sekretaris Furwoniah Kodrat, Wk Sekretaris Widia Nani, Bendahara Titin, Pembantu Bendahara Oji Fahruroji. (***)

Read More.. Read more...

April 02, 2010

Bupati Erwan serahkan SK PNS


Sekitar 1.629 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang menerima SK Pengangkatan menjadi PNS hari Kamis (01/02) bertempat di Alun-alun Pandeglang. Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ini terdiri dari 1.207 orang Guru, 430 dari fungsional umum dan 70 orang dari fungsional tenaga kesehatan.

Acara yang dilaksanakan seusai Upacara Puncak Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke-136 ini, diawali dengan Pengambilan Sumpah Pegawai Negeri Sipil. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, Bagian Kelima pasal 26 ayat 1, bahwa Calon Pegawai Negeri Sipil pada saat pengangkatannya menjadi Pegawai Negeri Sipil wajib mengucapkan Sumpah / Janji. Pengucapan sumpah tersebut adalah merupakan kesiapan atau kesanggupan seorang PNS untuk bekerja secara profesional, bertanggung jawab, jujur dab adil dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan.

Bupati Pandeglang H.Erwan Kurtubi dalam amanatnya mengatakan bahwa Pegawai Negeri Sipil yang Profesional, harus memahami dan mempunyai kemampuan dalam melaksanakan dan melaksanakan serta menyelesaikan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Agar Profesionalisme seorang PNS dapat terwujud maka diperlukan adanya kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap individu pegawai itu sendiri. Adapun Kompetensi yang merupakan kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang pegawai, baik itu kemampuan, keterampilan, sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugasnya, elemen yang dapat membentuk kompetensi diantaranya adalah Knowledge atau kemampuan, Skill dan Attitude ujarnya.

”Saya tekankan kepada saudara-saudara yang telah mengucapkan sumpah pada hari ini agar memegang teguh sumpah / janji Pegawai ini dengan sebaik-baiknya, karena pegawai negeri sipil dapat diberhentikan dengan tidak hormat apabila pegawai tersebut melanggar sumpah atau janji ini. Maka untuk menghindari hal tersebut, Saudara harus benar-benar mempelajari dan memahami secara mendalam terhadap aturan-aturan yang ada. Baik yang berhubungan dengan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Insya Allah apabila saudara-saudara bekerja sesuai dengan norma-norma dan aturan-aturan yang berlaku maka saudara-saudara tidak akan tersesat dalam melaksanakan tugasnya,” lanjutnya. (***)

Read More.. Read more...

Upacara Puncak HUT Pandeglang ke-136


Upacara puncak Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke-136 yang dipusatkan di Alun-alun Pandeglang berlangsung meriah dan diikuti oleh ribuan peserta yang tumpah ruah memenuhi area dimana acara puncak berlangsung (Kamis,01/04). Ada yang berbeda pada Peringatan kali ini, Upacara tahun ini diikuti juga DANREM 064 Kol.Inf. Hendro Warsito dan Mantan Bupati Pandeglang diantaranya H.Yitno. Kemeriahan acara puncak semakin meriah ketika di penghujung acara juga ditampilkan atraksi Kolone Senapan yang ditampilkan Yonif 320 Badak Putih dan Kodim 0601 Pandeglang.

Kegiatan diawali dengan Pelaksanaan Upacara yang berlangsung hikmat ini, diikuti oleh ribuan peserta yang terdiri dari Unsur TNI/Polri, Pegawai Negeri Sipil, Pelajar, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Ibu-ibu Pkk, Ibu-ibu Persit Kartika Chandra, Camat/Lurah dan Kepala Desa sekabupaten Pandeglang, Pramuka dan Ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil yang akan dilantik usai acara ini berlangsung.

Di Tribun kehormatan selain hadir Muspida dan Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang juga hadir Mantan Bupati Pandeglang, Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten Daerah, Kepala Badan/Kantor/Dinas/Bagian, Pejabata TNI/POLRI, Veteran, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, Perwakilan LSM dan Organisasi Kemasyarakatan, Ibu-ibu dari Gabungan Organasasi Wanita dan tamu undangan lainnya.

Bupati Pandeglang H.Erwan Kurtubi yang menjadi Pembina Upacara dalam sambutannya mengajak agar Peringatan kali ini, tidak sekedar menjadi acara seremonial belaka yang hampa tanpa makna, tapi justru harus dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi dan instropeksi terhadap kinerja pembangunan daerah selama ini. Hal ini haruslah menjadi sumber motivasi dan sumber inspirasi untuk diperjuangkan di tahun-tahun mendatang. Mari kita jadikan momentum Hari Jadi ini untuk mawas diri, melihat segala kekurangan dan kelemahan yang ada pada diri kita sebagai bahan perbaikan kedepan ujarnya.

”Persoalan-persoalan yang belum sepenuhnya dapat dicarikan solusinya dan bahkan persoalan tersebut cenderung menghambat dan menjadi kendala untuk menggerakan roda pembangunan daerah, agar tidak hanya menjadi catatan semata, tetapi yang paling penting adalah bagaimana agar Peringatan Hari Jadi ini dapat menjadi momentum untuk lebih memantapkan konsep pembangunan Kabupaten Pandeglang kedepan, meletakan sendi-sendi yang kokoh dan kuat serta mengeratkan simpul-simpul persatuan, kebersamaan dan kerukunan diantara seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Pandeglang. Dengan demikian seluruh elemen yang ada, dapat duduk bersama guna mencari jalan terbaik untuk terus melaksanakan Pembangunan Daerah secara berkesinambungan” lanjutnya. (***)

Read More.. Read more...

Bupati Erwan, Kunjungi Stand Pameran


@Rangkaian HUT ke 136 Kab Pandeglang

Seusai Upacara Puncak Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke-136 yang dipusatkan di Alun-alun Pandeglang, Bupati Pandeglang H.Erwan Kurtubi didampingi para undangan secara simbolis membuka Kegiatan Pameran Pembangunan yang digelar di alun-alun Pandeglang, dengan melepaskan ribuan balon keudara(01/04).

Sorenya(pukul 15.00 WIB) Bupati didampingi oleh Sekretaris Daerah H.Endjang Sadina beserta staf ahli dan Asisten Daerah mengunjungi stand pameran dengan berkeliling ke tiap-tiap stand.

Pameran yang dilaksanakan kerjasama Panitia Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke-136 dan CV. Arga Pratama mulai dari tanggal 1 sampai dengan 11 April 2010 ini diarahkan sebagai kegiatan Sosialisasi Promosi, Temu Wicara, Sosialisasi Instansi Pemerintah dan Swasta, sebagai ajang promosi, transaksi dan pasar malam, hiburan dan gelar seni budaya, seminar temu bisnis, bedah buku dan taman bermain anak-anak.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini diperkirakan 240 peserta, dengan target pengunjung 110.000 pengunjung dalam 11 hari pelaksanaan pameran. Sedangkan target transaksi yang direncanakan sebesar 3,5 miliar. Peserta tersebut terdiri dari para Pengusaha Kecil dan Menengah, Koperasi dan Instansi Pemerintah, Industri Sandang dan Pangan, Pertanian, Perikanan, Perkebunan dan Kehutanan, Furniture, Otomotif, Elektronik, Telekomunikasi, Properti dan Handicraft, Pariwisata, Perhotelan dan Restaurant, Produsen Obat-obatan, Jamu, Rokok, makanan dan Minuman. Sedangkan untuk Target Pengunjung, diharapkan yang akan menghadiri kegiatan ini adalah para pegawai, karyawan dari peserta pameran, pelaku ekonomi secara umum, pelajar dan mahasiswa, anak-anak pra sekolah dan keluarga serta masyarakat umum lainnya.

Pameran yang digunakan sebagai ajang promosi Kab. Pandeglang akan menggelar berbagai aspek kondisi potensi kabupaten Pandeglang dengan memamerkan dan menginformasikan potensi melalui 35 Stand Kecamatan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) / Instansi Kabupaten Pandeglang serta stand khusus dari pengusaha BUMN, BUMD serta perusahaan setempat maupun perusahaan luar Kabupaten Pandeglang. (***)

Read More.. Read more...

Agustus 25, 2009

PKPRI Pandeglang, Lewat SPBU Terus Tambah SHU

Kurun 1986-1998 boleh jadi awal kebangkitan Koperasi di Kabupaten Pandeglang. Pasalnya, saat itu banyak koperasi yang tumbuh. Namun, dibalik itu banyak yang tidak mengerti hakekat koperasi, sehingga saat akan RAT (rapat anggota tahunan) semua dibuat oleh Departemen Koperasi.

"Ini membuktikan bahwa koperasi yang ada belum sepenuhnya milik anggota. Baik itu Koperasi yang ada di lingkungan Pegawai maupun koperasi umum lainnya, sehingga apa yang dikerjakan koperasi diatur oleh Kantor Departemen koperasi Kabupaten Pandeglang," terang ketua PKPRI Kabupaten Pandeglang Drs. H Utang Ali Muchtar belum lama ini.

Pergerakan Koperasi dari tahun 1986-1998, sangatlah signifikan. Hasil dari perjuangan untuk memperjelas arti sebuah koperasi mendapat hasil yang maksimal. saat ini semua koperasi sudah dapat melakukan RAT sendiri dan laporan tentang Sisa Hasil Usaha (SHU), yang tadinya diatur oleh Departemen. "Dengan demikian koperasi sekarang tidak lagi diskenariokan oleh dinas melainkan sudah berdiri sendiri," sambung H. Utang.

Menurutnya, maju mundurnya koperasi disebabkan beberapa hambatan yang muncul diantaranya tidak adanya kebersamaan antara pengurus dan anggota, ketidak jujuran pengurus, tidak adanya keteladanan, tidak adanya keterbukaan, tidak adanya keleluasaan, dan tidak adanya keiklasan, semua itu merupakan penyebab mundunya suatu koperasi.

"Oleh sebab itu semua pengurus harus memikili sifat sebaliknya dari yang tadi, karena dengan memegang prinsip tersebut, Insya Allah koperasi akan tetap bertahan dan mengalami kemajuan," urai Utang.

Menyinggung keberadaan Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI), Utang mengatakan dengan gamblang, bertolak dari sanalah kebangkitan Koperasi Pegawai mulai terlihat. Dengan ketekunan dan keiklasan pengurus PKPRI bekerjasama dengan Dekopinda, mengadakan arahan dan pelatihan bagaimana tatacara mengurus koperasi yang benar, dari satu kecamatan ke kecamatan yang lain, dan mendapat hasil yang memuaskan.

Kemudian itu, setelah anggota Koperasi Pegawai mengerti tentang tatacara dan aturan tentang koperasi, PKPRI mulai mengembangkan usaha yang lain seperti membuat wisma untuk umum dan kantin. Kemudian pada tahun 1998, PKPRI merintis usaha yang lain yaitu Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Panimbang, tantangan demi tantanmgan bermunculan. Baik dari anggota atau yang lain.

"Pada kepemimpinan Bupati H Yitno mendukung kegiatan PKP-RI, sehingga RAT yang dihadiri 1000 anggota hadir semua. Dari sanalah datang dukungan dan restu untuk SPBU yang ada di Panimbang," terang Utang.

Setelah mendapat restu dari Bupati Pandeglang, selama dua tahun mengadakan studi banding ke Koperasi PKPRI Ciamis bagaimana mengoperasikan SPBU yang di Kelola PKPRI. Hasilnya, pada tahun 1992 didirikanlah SPBU tersebut. Setelah terasa SHU dari SPBU Panimbang PKPRI mendirikan lagi SPBU yang ada di Saketi dan di Cibaliung.

"Untuk di Kecamatan Saketi PKPRI mendapat pinjaman dari Bank BNI sebesar 1,5 M. Sedangkan yang di Kecamatan Cibaliung baru dalam tahap pengadaan tanah," kantanya.

Dijelaskan Utang, SPBU yang ada di Kecamatan Panimbang anggarannya semua dari anggota PKPRI sehingga SHUnya juga sangat dirasakan sekali oleh anggota. "Begitu pula, saat akan dibangun SPBU ke dua di kecamatan Saketi, semua anggota sangat merespon sekali. Karena Sisa Hasil Usaha yang didapat dari SPBU Panimbang dapat dirasakan manfaatnya," pungkasnya. (Sofyan_Banten Ekspose)

Read More.. Read more...

PKPRI Pandeglang, Lewat SPBU Terus Tambah SHU

Kurun 1986-1998 boleh jadi awal kebangkitan Koperasi di Kabupaten Pandeglang. Pasalnya, saat itu banyak koperasi yang tumbuh. Namun, dibalik itu banyak yang tidak mengerti hakekat koperasi, sehingga saat akan RAT (rapat anggota tahunan) semua dibuat oleh Departemen Koperasi.

"Ini membuktikan bahwa koperasi yang ada belum sepenuhnya milik anggota. Baik itu Koperasi yang ada di lingkungan Pegawai maupun koperasi umum lainnya, sehingga apa yang dikerjakan koperasi diatur oleh Kantor Departemen koperasi Kabupaten Pandeglang," terang ketua PKPRI Kabupaten Pandeglang Drs. H Utang Ali Muchtar belum lama ini.

Pergerakan Koperasi dari tahun 1986-1998, sangatlah signifikan. Hasil dari perjuangan untuk memperjelas arti sebuah koperasi mendapat hasil yang maksimal. saat ini semua koperasi sudah dapat melakukan RAT sendiri dan laporan tentang Sisa Hasil Usaha (SHU), yang tadinya diatur oleh Departemen. "Dengan demikian koperasi sekarang tidak lagi diskenariokan oleh dinas melainkan sudah berdiri sendiri," sambung H. Utang.

Menurutnya, maju mundurnya koperasi disebabkan beberapa hambatan yang muncul diantaranya tidak adanya kebersamaan antara pengurus dan anggota, ketidak jujuran pengurus, tidak adanya keteladanan, tidak adanya keterbukaan, tidak adanya keleluasaan, dan tidak adanya keiklasan, semua itu merupakan penyebab mundunya suatu koperasi.

"Oleh sebab itu semua pengurus harus memikili sifat sebaliknya dari yang tadi, karena dengan memegang prinsip tersebut, Insya Allah koperasi akan tetap bertahan dan mengalami kemajuan," urai Utang.

Menyinggung keberadaan Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI), Utang mengatakan dengan gamblang, bertolak dari sanalah kebangkitan Koperasi Pegawai mulai terlihat. Dengan ketekunan dan keiklasan pengurus PKPRI bekerjasama dengan Dekopinda, mengadakan arahan dan pelatihan bagaimana tatacara mengurus koperasi yang benar, dari satu kecamatan ke kecamatan yang lain, dan mendapat hasil yang memuaskan.

Kemudian itu, setelah anggota Koperasi Pegawai mengerti tentang tatacara dan aturan tentang koperasi, PKPRI mulai mengembangkan usaha yang lain seperti membuat wisma untuk umum dan kantin. Kemudian pada tahun 1998, PKPRI merintis usaha yang lain yaitu Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Panimbang, tantangan demi tantanmgan bermunculan. Baik dari anggota atau yang lain.

"Pada kepemimpinan Bupati H Yitno mendukung kegiatan PKP-RI, sehingga RAT yang dihadiri 1000 anggota hadir semua. Dari sanalah datang dukungan dan restu untuk SPBU yang ada di Panimbang," terang Utang.

Setelah mendapat restu dari Bupati Pandeglang, selama dua tahun mengadakan studi banding ke Koperasi PKPRI Ciamis bagaimana mengoperasikan SPBU yang di Kelola PKPRI. Hasilnya, pada tahun 1992 didirikanlah SPBU tersebut. Setelah terasa SHU dari SPBU Panimbang PKPRI mendirikan lagi SPBU yang ada di Saketi dan di Cibaliung.

"Untuk di Kecamatan Saketi PKPRI mendapat pinjaman dari Bank BNI sebesar 1,5 M. Sedangkan yang di Kecamatan Cibaliung baru dalam tahap pengadaan tanah," kantanya.

Dijelaskan Utang, SPBU yang ada di Kecamatan Panimbang anggarannya semua dari anggota PKPRI sehingga SHUnya juga sangat dirasakan sekali oleh anggota. "Begitu pula, saat akan dibangun SPBU ke dua di kecamatan Saketi, semua anggota sangat merespon sekali. Karena Sisa Hasil Usaha yang didapat dari SPBU Panimbang dapat dirasakan manfaatnya," pungkasnya. (Sofyan_Banten Ekspose)

Read More.. Read more...

Lokasi Tumpang Tindih, Reforma Agraria Jadi Lambat

Pemetaan lokasi yang tumpang tindih serta masih banyaknya warga yang belum melunasi BPHTB, menjadi penyebab keterlambatan penerbitan sertifikat reforma agraria. Selain itu, kelengkapan persyaratan lainnya banyak yang belum dipenuhi warga.

Demikian dikemukakan Kepala BPN Kabupaten Pandeglang Ir H Fuad Effendi MM, menanggapi persoalan keterlambatan sertifikat reforma agraria tahun 2008 di wilayah kerjanya. Seperti diketahui, pada 2008 di Kabupaten Pandeglang sebanyak 4600 bidang tanah di sembilan desa (empat kecamatan) mendapat program reforma agraria.

"Masih banyaknya kekurangan tersebut, secara tidak langsung akan menghambat kepada pembuatan sertifikat bagi masyarakat yang lainnya. Apalagi setelah melihat hasil pengukuran, banyak yang sudah terdaftar dalam peta ketanahan di BPN. Bila ini diteruskan untuk dicetak akan terjadi tumpang tindih (ganda) sertifikat," ujar H Fuad seraya menyatakan bila tidak ada kesalahan dalam adminis­trasi, sertifikat tersebut sudah selesai.

Saat ini, ungkap Fuad, beberapa desa yang sertifikatnya selesai, telah diserahkan ke desa untuk dibagikan kepada masyara­kat yang berhak mendapatkannya. Semen­tara untuk desa yang lain sudah dicetak tinggal di tandatangani.

Sementara itu, pelaksana kegiatan refor­ma agraria Kanwil BPN Provinsi Banten Dadi, menyatakan keterlamabatan program reforma agraria di Pandeglang, akibat banyaknya kegiatan yang dilaksanakan BPN Kabupaten Pandeglang. Diantaranya kegiatan Sertifikat UMKM, Kegiatan Ajudikasi, SMS, serta masalah administrasi lainnya yang kurang lengkap. "Untuk melakukan pembuatan sertifikat diperlukan kehati-hatian dan kecermatan. Dengan demikian, setelah sertifikat itu jadi tidak ada masyarakat yang komplain terhadap BPN," jelasnya.

Kepala Desa Tarumanegara Rahmat, menyatakan hasil pengukuran ulang yang dilakukan panitia dan petugas dari BPN Pandeglang menemukan selisih luas. Dari 801 bidang yang ada, hasilnya hanya 776 bidang saja.

"Itu telah diberi tanda. pihak kepala desa tidak mungkin memberikan data yang salah, karena bila terjadi tumpang tindih yang bila mana itu terjadi pihak desapun akan terlibat," ujar Rahmat seraya berharap BPN Kabupaten Pandeglang untuk segera menurunkan Sertifikat yang telah jadi, karena masyarakat terus memperta­nyakan. (Sofyan_BAnten Ekspose)

Read More.. Read more...

Abrasi Terus Terjadi, Jalan Digenangi Air Laut

Kondisi pantai di kawasan selatan Kabupaten Pandeglang, Banten, semakin parah dan mengkhawatirkan. Dalam dua tahun terakhir, abrasi (pengikisan) pantai sudah mencapai 20 - 30 meter dari garis pantai.

Berdasarkan pantauan Banten Ekspose, abrasi paling parah terjadi di sepanjang pantai Panimbang hingga kawasan wisata Tanjung Lesung. Abrasi telah menyusutkan lebar pantai hingga tinggal beberapa meter saja. Di Desa Panimbang dan Desa Citeurup, penduduk membuat tanggul batu kali atau menempatkan kantung-kantung pasir, guna menghadang gerak maju air laut.

Jarak bibir pantai dengan jalan jalan raya tidak sampai lima meter, sehingga bila pasang tiba, jalan raya tergenang, kenda­raan yang sedang melintas di kawasan itu terpaksa berjalan merayap. Untuk mengingatkan pengguna jalan di kawasan itu dipasang beberapa papan peringatan yang bertuliskan,"Hati-hati Jalan Akan Runtuh karena Abrasi".

Sejumlah warga di Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang mengeluhkan hilangnya pohon-pohon kelapa dan sebagian ruas jalan karena tergerus ombak. "Ini sangat mengkhawatirkan, tapi Pemerintah Kabupaten Pandeglang, kok tutup mata terhadap kondisi ini," ucap Torik, warga Panimbang.

Warga di Desa Panimbang juga mengungkapkan, dulu jarak antara tepi laut dan jalan raya sekitar 100 meter. Akibat abrasi, jarak dengan tepi laut hanya tinggal beberapa meter dari jalan raya, sehingga jika laut sedang pasang kendaraan terpaksa harus jalan merayap karena digenangi air.

"Abrasi di sini terjadi dengan cepat, terutama sejak dua tahun terakhir. Dalam kurun waktu tersebut, di kawasan Panim­-bang pohon-pohon kelapa tersapu ombak, bahkan lapangan bola tempat bermain warga terendam hingga menjadi laut," ujar seorang warga Desa Panimbang.

Ancaman abrasi pada jalur pantai selatan wilayah Kabupaten Pandeglang Banten juga terlihat di Pantai Laba, Desa Labuan, Kecamatan Labuan. Tunggul pohon kelapa yang diterjang ombak terlihat berserakan. Tempat yang dulu digunakan untuk lapangan sepak bola, saat ini sudah masuk wilayah pasang-surut dan dimanfaatkan untuk menambatkan kapal-kapal nelayan.

"Penduduk yang tadinya tinggal sekitar 60 meter ke arah laut dari garis pantai sekarang membangun rumah ke arah darat. Karena takut satu saat disapu ombak," ujar Asep warga Labuan.

Menurut warga, abrasi pantai itu terjadi sejak lima tahun terakhir. Mereka mengaku, tidak tahu persis penyebab abrasi, tetapi mereka mencoba menghubungkannya dengan kegiatan penggalian pasir dan pengangkatan karang di kawasan sekitarnya.(Sofyan_Banten Ekspose)

Read More.. Read more...

Agustus 12, 2009

PKPRI Pandeglang, Lewat SPBU Terus Tambah SHU

Kurun 1986-1998 boleh jadi awal kebangkitan Koperasi di Kabupaten Pandeglang. Pasalnya, saat itu banyak koperasi yang tumbuh. Namun, dibalik itu banyak yang tidak mengerti hakekat koperasi, sehingga saat akan RAT (rapat anggota tahunan) semua dibuat oleh Departemen Koperasi.

“Ini membuktikan bahwa koperasi yang ada belum sepenuhnya milik anggota. Baik itu Koperasi yang ada di lingkungan Pegawai maupun koperasi umum lainnya, sehingga apa yang dikerjakan koperasi diatur oleh Kantor Departemen koperasi Kabupaten Pandeglang,” terang ketua PKPRI Kabupaten Pandeglang Drs. H Utang Ali Muchtar belum lama ini.

Pergerakan Koperasi dari tahun 1986-1998, sangatlah signifikan. Hasil dari perjuangan untuk memperjelas arti sebuah koperasi mendapat hasil yang maksimal. saat ini semua koperasi sudah dapat melakukan RAT sendiri dan laporan tentang Sisa Hasil Usaha (SHU), yang tadinya diatur oleh Departemen. “Dengan demikian koperasi sekarang tidak lagi diskenariokan oleh dinas melainkan sudah berdiri sendiri,” sambung H. Utang.

Menurutnya, maju mundurnya koperasi disebabkan beberapa hambatan yang muncul diantaranya tidak adanya kebersamaan antara pengurus dan anggota, ketidak jujuran pengurus, tidak adanya keteladanan, tidak adanya keterbukaan, tidak adanya keleluasaan, dan tidak adanya keiklasan, semua itu merupakan penyebab mundunya suatu koperasi.

“Oleh sebab itu semua pengurus harus memikili sifat sebaliknya dari yang tadi, karena dengan memegang prinsip tersebut, Insya Allah koperasi akan tetap bertahan dan mengalami kemajuan,” urai Utang.

Menyinggung keberadaan Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI), Utang mengatakan dengan gamblang, bertolak dari sanalah kebangkitan Koperasi Pegawai mulai terlihat. Dengan ketekunan dan keiklasan pengurus PKPRI bekerjasama dengan Dekopinda, mengadakan arahan dan pelatihan bagaimana tatacara mengurus koperasi yang benar, dari satu kecamatan ke kecamatan yang lain, dan mendapat hasil yang memuaskan.

Kemudian itu, setelah anggota Koperasi Pegawai mengerti tentang tatacara dan aturan tentang koperasi, PKPRI mulai mengembangkan usaha yang lain seperti membuat wisma untuk umum dan kantin. Kemudian pada tahun 1998, PKPRI merintis usaha yang lain yaitu Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Panimbang, tantangan demi tantanmgan bermunculan. Baik dari anggota atau yang lain.

”Pada kepemimpinan Bupati H Yitno mendukung kegiatan PKP-RI, sehingga RAT yang dihadiri 1000 anggota hadir semua. Dari sanalah datang dukungan dan restu untuk SPBU yang ada di Panimbang,” terang Utang.

Setelah mendapat restu dari Bupati Pandeglang, selama dua tahun mengadakan studi banding ke Koperasi PKPRI Ciamis bagaimana mengoperasikan SPBU yang di Kelola PKPRI. Hasilnya, pada tahun 1992 didirikanlah SPBU tersebut. Setelah terasa SHU dari SPBU Panimbang PKPRI mendirikan lagi SPBU yang ada di Saketi dan di Cibaliung.

“Untuk di Kecamatan Saketi PKPRI mendapat pinjaman dari Bank BNI sebesar 1,5 M. Sedangkan yang di Kecamatan Cibaliung baru dalam tahap pengadaan tanah,” kantanya.
Dijelaskan Utang, SPBU yang ada di Kecamatan Panimbang anggarannya semua dari anggota PKPRI sehingga SHUnya juga sangat dirasakan sekali oleh anggota. “Begitu pula, saat akan dibangun SPBU ke dua di kecamatan Saketi, semua anggota sangat merespon sekali. Karena Sisa Hasil Usaha yang didapat dari SPBU Panimbang dapat dirasakan manfaatnya,” pungkasnya. (Sofyan_Banten Ekspose)

Read More.. Read more...

suara anda:

ShoutMix chat widget

Pengunjung Ke:

Pengikut

Lorem Ipsum


  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP